Menekuni dunia tari sejak dini, Isty dikenal sebagai seorang penata dan penampil tari yang lahir di Sambas, Kalimantan Barat. Meskipun sempat vakum, perjalanan artistiknya dimulai kembali dengan semangat baru lewat eksplorasi tari modern dan latin, dibarengi dengan grup bentukannya sendiri sebagai wadah atas praktik gerak kontemporernya. Karya-karyanya kerap menjadi medium atas pertemuan akar budaya tradisi dan ekspresi tari modern yang melintasi batas ruang dan waktu.
Karya berjudul Hnhikoh Pamang Patutn (memanjatkan doa) terinspirasi dari ritual Nyobeng yang dipraktikkan oleh masyarakat suku Dayak Bidayuh. Karya ini menelusuri gerak nganyi, kentan, dan nganjet sebagai idiom ketubuhan yang terdapat dalam upacara tersebut. Sebuah wujud doa dan penghormatan yang diciptakan lewat gerakan tubuh untuk mengungkapkan ketulusan dan harapan dari hubungan manusia, leluhur, dan sang pencipta.