Mengulik funkot sebagai genre, OBATBIUS memilih jalur musik seringkali dipandang sebelah mata, sebuah aliran musik yang dianggap bising, murahan, dan kampungan. Dibawakan dalam format band, pilihan musik mereka adalah sebuah daya kritis untuk menyoroti persoalan hidup yang timpang dengan persoalan ketidakpastian, beban ekonomi, dan tuntutan sosial. Menyebut dirinya sebagai mesin selebrasi, OBATBIUS mengajak audiens untuk hanyut bersama ke dalam sebuah ruang pesta jalanan untuk merayakan keseharian yang penuh sesak.
Mengangkat narasi tentang dinamika anak muda urban yang kompleks, OBATBIUS membawakan Gaby & Yanto Are Getting Married dengan mengadopsi dramaturgi sebuah acara pernikahan lengkap dengan susunan acara dan piranti-pirantinya. Panggung pelaminan yang hadir pada pesta kali ini adalah ruang eksperimentasi yang melampaui batas identitas sekaligus perayaan yang banal alih-alih sakral. Berkolaborasi dengan Uncle_T, Sandi Gaman, dan Yohanes Sapta Nugroho, pertunjukan musik ini diperkaya dengan sentuhan-sentuhan lain untuk mengubah kisah sehari-hari menjadi sebuah undangan untuk menggoyangkan tubuh secara bersama-sama.